Rabu, 22 Oktober 2014

Ragam Bahasa Indonesia

Di Lingkungan Sosial dalam Kehidupan Sehari hari



Dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita kepada bahasa, terutama bahasa Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, orang Indonesia tidak terampil menggunakan bahasa. Suatu kelemahan yang tidak disadari.  Komunikasi lisan atau nonstandar yang sangat praktis menyebabkan kita tidak teliti berbahasa. Akibatnya, kita mengalami kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur. Pada saat dituntut untuk berbahasa’ bagi kepentingan yang lebih terarah dengan maksud tertentu, kita cenderung kaku. Kita akan berbahasa secara terbata-bata atau mencampurkan bahasa standar dengan bahasa nonstandar atau bahkan, mencampurkan bahasa atau istilah asing ke dalam uraian kita, Dalam perkembangannya, seorang anak tidak lagi menggunakan bahasa hanya untuk mengekspresikan kehendaknya, melainkan juga untuk berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya. Setelah kita dewasa, kita menggunakan bahasa, baik untuk mengekspresikan diri maupun untuk berkomunikasi. Seorang penulis mengekspresikan dirinya melalui tulisannya. Sebenarnya, sebuah karya ilmiah pun adalah sarana pengungkapan diri seorang ilmuwan untuk menunjukkan kemampuannya dalam sebuah bidang ilmu tertentu. Jadi, kita dapat menulis untuk mengekspresikan diri kita atau untuk mencapai tujuan tertentu. Sebagai contoh lainnya, tulisan kita dalam sebuah buku, merupakan hasil ekspresi diri kita. Pada saat kita menulis, kita tidak memikirkan siapa pembaca kita. Kita hanya menuangkan isi hati dan perasaan kita tanpa memikirkan apakah tulisan itu dipahami orang lain atau tidak. Akan tetapi, pada saat kita menulis surat kepada orang lain, kita mulai berpikir kepada siapakah surat itu akan ditujukan. Kita memilih cara berbahasa yang berbeda kepada orang yang kita hormati dibandingkan dengan cara berbahasa kita kepada teman kita. Pada saat menggunakan bahasa sebagai alat untuk mengekspresikan diri, si pemakai bahasa tidak perlu mempertimbangkan atau memperhatikan siapa yang menjadi pendengarnya, pembacanya, atau khalayak sasarannya. Ia menggunakan bahasa hanya untuk kepentingannya pribadi. Fungsi ini berbeda dari fungsi berikutnya, yakni bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi. Sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain : - agar menarik perhatian orang lain terhadap kita, - keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi Pada taraf permulaan, bahasa pada anak-anak sebagian berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri.

Berbahasa dengan baik dan benar tidak hanya menekankan kebenaran dalam hal tata bahasa, melainkan juga memperhatikan aspek komunikatif. Bahasa yang komunikatif tidak selalu hanus merupakan bahasa standar. Sebaliknya, penggunaan bahasa standar tidak selalu berarti bahwa bahasa itu baik dan benar. Sebaiknya, kita menggunakan ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan disamping itu mengikuti kaidah bahasa yang benar. 

Ragam Bahasa di Indonesia

Bahasa Indonesia Sebagai Lambang Bahasa Indonesia
Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang dipakai oleh setiap orang di dunia. Bahasa meliputi bahasa verbal dan non verbal. Orang yang berkebutuhan khususpun mempunyai cara berkomunikasi (berbahasa/berdialog) melalui bahasa mereka. Tentunya bahasa mengandung arti yang sangat luas. Bayangkan bagaimana jika setiap individu memiliki bahasa yang hanya dimengerti olehnya? Maka akan sulit untuk kita berkomunikasi dengan yang lain.
Adanya sebuah bahasa yang dapat menyatukan berbagai suku bangsa yang berbeda merupakan suatu kebanggaan Indonesia, hal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sanggup mengatasi perbedaan dan kemungkinan perpecahan yang terjadi. Untuk membangun kepercayaan diri yang kuat, sebuah bangsa memerlukan identitas. Identitas sebuah bangsa dapat diwujudkan di antaranya melalui bahasanya.
Bahasa Indonesia adalah Bahasa resmi Indonesia dan bahasa persatuan. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah diproklamirkan kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi.  Dari sudut pandang Bahasa,  bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa melayu Dasar yang dipakai oleh masyarakat kepulauan Riau dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan “Bahasa Indonesia” diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda , 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan “imperialisme bahasa” apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan.
Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan nasional, lambang identitas nasional, alat pemersatu berbagai suku bangsa serta alat perhubungan antar daerah dan antar budaya. hal ini dibuktikan dengan Bahasa Indonesia dikenal secara luas sejak “Soempah Pemuda”, 28 Oktober 1928, yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Seperti yang kita ketahui, bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting yang tercantum dalam :
  1. Ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 dengan bunyi, ”Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
  2. Undang-Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan) Pasal 36 menyatakan bahwa ”Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.
Dari Kedua hal tersebut, maka kedudukan bahasa Indonesia sebagai:
  1. Bahasa kebangsaan (nasional), kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah.
  2. Bahasa negara (bahasa resmi  NKRI)
Sebagai lambang kebanggaan Nasional bahasa Indonesia memancarkan nilai- nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga, menjunjung dan mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan terhadap bahasa Indonesia, harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh. Kita harus bangga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya.
  
RAGAM BAHASA LISAN DAN BAHASA TULIS  

Ragam bahasa dapat didefinisikan sebagai kevariasian bahasa dalam pemakaiannya sebagai alat komunikasi. Kevariasian bahasa ini terjadi karena beberapa hal, seperti: media yang digunakan, hubungan pembicara, dan topik yang dibicarakan.  Berdasarkan media atau sarana pemakaianya, ragam bahasa dibedakan atas :  
1. Ragam lisan yang antara lain meliputi: 
§  o Ragam bahasa cakapan 
§  o Ragam bahasa pidato o Ragam bahasa kuliah 
§  o Ragam bahasa panggung  
2. Ragam tulis yang antara lain meliputi: 
§  o Ragam bahasa teknis 
§  o Ragam bahasa undang-undang  
§  o Ragam bahasa catatan 
§  o Ragam bahasa surat  
Adapun beberapa hal yang menjadi pembeda antara ragam bahasa tulis dan lisan misalnya:  
1.    Ragam lisan memerlukan orang kedua sebagai lawan berbicara sedangkan tulis tidak.  
2.    Fungsi gramatikal (subjek, predikat, objek) tidak selalu dinyatakan dalam ragam lisan karena memang dalam raga ini penggunaan bahasa sudah dibantu dengan situasi/ konteks, mimic pembicara, gerakkan, pandangan dan lain sebagainya, sedangkan dalam ragam tulis hal tersebut tidak ada atau diperlukan fungsi gramatikal yang lebih lengkap agar lawan bicara (pembaca tulisan) dapat memahami informasi yang disampaikan dengan jelas dan benar.  
3.    Ragam lisan sangat terikat pada kondisi, situasi, ruang dan waktu, sedangkan ragam tulis tidak terikat.  
4.    Ragam lisan dipengaruhi oleh panjang pendek dan tinggi rendah suara sedangkan ragam tulis dilengkapi dengan tanda baca, huruf capital, huruf miring dll.   

A. RAGAM BAHASA LISAN  

Ragam bahasa lisan merupakan ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan.  

CIRI-CIRI RAGAM BAHASA LISAN :  

§  o Langsung Dalam berkomunikasi, seseorang diharapkan dapat bertemu langsung dengan orang yang diajak bicara.  
§  o Tidak terikat ejaan bahasa Indonesia tetapi terikat situasi pembicaraan Dalam berkomunikasi, seseorang diharapakan dapat mengetahui situasi dan kondisi dan menggunakan bahasa sehari-hari dengan orang yang diajak bicara.  
§  o Tidak efektif Dalam berkomunikasi, seseorang terkadang menggunakan bahasa sehari-hari sehingga banyak menggunakan kalimat yang bersifat basa-basi dengan orang yang diajak bicara.
§  o Kalimatnya pendek-pendek Dalam berkomunikasi, seseorang terkadang menggunakan bahasa yang menurut orang lain sudah mengetahui maksudnya.   
§  o Kalimat sering terputus dan tidak lengkap Dalam berkomunikasi, seseorang terkadang menggunakan bahasa yang menurut orang lain sudah mengetahui maksudnya.  
§  o Lagu kalimat situasional Dalam berkomunikasi, seseorang terkadang harus mengerti situasi yang ada pada dengan orang yang diajak bicara atau keadaan sekitarnya.   

B. RAGAM BAHASA TULIS  

Ragam bahasa tulis merupakan ragam bahasa yang pemakaiannya melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur agar dapat dipahami dengan mudah dan benar. Ragam bahasa tulis memiliki kaidah yang baku dan teratur seperti tata cara penulisan (ejaan), tata bahasa, kosa kata, kalimat dll. Dapat dikatakan ragam bahasa tulis menuntut adanya adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca.  

CIRI-CIRI RAGAM BAHASA TULIS :  
§  o Santun Memenuhi kaidah-kaidah yang ada dan pilihan kata atau istilah yang tepat dan cermat.  
§  o Efektif Hemat dan singkat, tetapi kena dalam hal maksud yang diungkapkannya.  
§  o Bahasa disampaikan sebagai upaya komunikasi satu pihak Karena tak dapat bertemu langsun, maka kita diharapkan dapat mengkomunikasikan segala apa yang ada dengan harapkan orang yang menerima surat tidak salah persepsi atau salah paham.  
§  o Ejaan digunakan sesuai dengan pedoman Dalam penyampaian bahasa tulis, memang ada pedoman yang harus digunakan atau dipatuhi agar tidak menimbulkkan kesalahan dalam pemakaian atau penulisan kata.  
§  o Penggunaan kosa kata pada dasarnya sudah dibakukan Dalam hal ini, penggunaan kata atau pilihan kata harus tepat. Walaupun maksud kita sama, namun apabila kita salah dalam memilih kata maka akan menimbulkan kerancuan.


Referensi :

Kamis, 16 Oktober 2014

E-BUSSINESS DAN E-COMMERCE


Internet telah menjadikan interaksi bisnis menjadi banyak aspek. Zaman sekarang orang bisa dengan mudah melakukan bisnis,
seperti membeli sesuatu, bertransaksi, dan menjalankan fungsi-fungsi bisnis lewat internet. Konsumen maupun Produsen bisa mendapatkan dan melakukan apa yang mereka inginkan tanpa harus meninggalkan rumah, bahkan tanpa perlu beranjak dari tempat duduk, selama ada koneksi internet.
Istilah eCommerce dan eBusiness banyak terlihat atau dipakai untuk menggambarkan suatu proses yang sama.
Namun demikian, meskipun mirip, keduanya memiliki arti yang berbeda. Awalan “e” berarti “elektronik”, yang berarti kegiatan atau transaksi yang digunakan tanpa pertukaran atau kontak fisik. Transaksi diadakan secara elektronik atau digital.

Pengertian e-commerce dan e-business

eCommerce atau Electronic Commerce yang dalam bahasa indonesia disebut juga perdagangan elektronik menurut wikipedia adalah
penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti
internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. eCommerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Sedangkan eBusiness atau dalam bahasa indonesia adalah bisnis elektronik adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis
atau semiotomatis dengan memakai sistem informasi komputer. Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh CEO IBM Lou Gerstner.
eBusiness memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan external mereka secara lebih efisien dan fleksibel.
eBusiness memiliki karakteristik tujuan yang sama dengan bisnis konvensional, hanya saja eBusiness memiliki cakupan yang berbeda. Jika di dunia nyata, sebuah bisnis biasanya mengandalkan pertemuan antar pebisnis misalnya rapat ditempat khusus, atau sekedar berkenalan dengan partner bisnis. Sedangkan eBusiness mengandalkan media Internet sebagai sarana untuk memperoleh tujuannya.
Jadi eBusiness atau bisnis elektronik merujuk pada pengertian eCommerce yang lebih luas, tidak hanya pembelian dan penjualan barang serta jasa, tetapi juga pelayanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis, e-learning, dan penggunaan data elektronik dalam perusahaan.
Dengan kita lain, jika melihat dari definisinya, eCommerce merupakan bagian dari eBusiness, dimana eBusiness merupakan ruang lingkup yang lebih besarnya dari eCommerce atau sebagai induknya. Namun tidak semua eBusiness adalah eCommerce.
eBusiness cenderung menunjuk kepada penggunaan teknologi untuk menjalankan bisnis yang memberikan hasil,
memberikan dampak yang besar kepada antivitas bisnis secara menyeluruh. Sementara eCommerce mengacu kepada penggunaan internet untuk belanja online, seperti untuk belanja produk dan jasa.
Perbedaan yang mendasar antara eCommerce dan eBusiness adalah bahwa tujuan eCommerce memang benar-benar money oriented
(berorientasi pada perolehan uang), sedangkan eBusiness berorientasi pada kepentingan jangka panjang yang sifatnya abstrak seperti
kepercayaan konsumen, pelayanan terhadap konsumen, peraturan kerja, relasi antar mitra bisnis, dan penanganan masalah sosial lainnya.
Jika harus disimpulkan, perbedaan antara eCommerce dengan eBusiness terletak pada cakupannya. Untuk eCommerce lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat internet sedangkan eBusiness merupakan fungsi dari kegiatan bisnis menggunakan data elektronik.
Selain perbedaan seperti yang telah disebutkan eCommerce dan eBusiness juga memiliki kesamaan tujuan yaitu
mengembangkan perusahaan menjadi lebih maju. eCommerce dan eBusiness merupakan terobosan yang dapat mendongkrak penjualan melalui online marketing dan sebagai sarana mempromosikan produk melalui media Internet.
Konsep eCommerce :
1. Internet berkembang menjadi saluran distribusi global utama untuk produk, jasa, lapangan pekerjaan bidang manejerial dan profesional.
2. Dampaknya bisa mengubah perekonomian, struktur dasar dan industri, produk dan jasa serta aliran distribusinya, segmentasi pasar,
nilai bagi konsumen, perilaku konsumen, lapangan pekerjaan dan pasar tenaga kerja.
3. Dampaknya juga terjadi pada masyarakat dan politik, dan perspektif kita terhadap dunia dan diri kita di dalamnya.
Model eCommerce :
Setiap bisnis online memiliki model bisnis masing-masing. Masing-masing juga memiliki sumber income yang berbeda pula.
Interaksi dan transaksi antara pelaku bisnis yang akan menggunakan teknologi eCommerce dapat dikategorikan dalam beberapa model, yaitu : B2B (business to business), B2C (business to consumer), C2C (consumer to consumer) dan C2B (consumer to business)
Berkut ini 4 model pokok yang berkembang dalam revolusi bisnis internet saat ini yang juga dinamakan the New Economy, yaitu :
1. Business-to-Business (B2B) : Model ini merupakan model perusahaan yang menjual barang atau jasa pada perusahaan lain.
Ini diperkirakan berkembang dengan cepat dari segi volume dan nilai perdagangan, jauh melebihi model – model yang lain.
2. Business-to-Consumer (B2C) : Model ini merupakan model perusahaan yang menjual barang atau jasa pada pasar atau publik.
Contoh misalnya Amazon.com Inc. (www.amazon.com) yang menjual berbagai jenis produk.
3. Consumer-to-Consumer (C2C) : Model ini merupakan model perorangan yang menjual barang atau jasa kepada perorangan yang lain.
Contoh adalah eBay Inc (www.ebay.com). Melalui perusahaan ini, perorangan dapat menjual atau membeli dari perorangan lain melalui internet.
4. Consumer-to-Business (C2B) : Model ini merupakan model perorangan yang menjual barang atau jasa kepada perusahaan.
Contoh adalah Priceline (www.priceline.com), dimana konsumen menawarkan harga tertentu, dimana ia menginginkan membeli berbagai barang dan jasa, termasuk tiket pesawat terbang dan hotel. Untuk pembayarannya dilakukan secara virtual.

Model eBusiness :
1. B2C (Business to Consumer) : Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan individu.
2. B2B (Business to Business) : Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi.
Ringkasan :
1. eBusiness lebih luas dalam lingkup dan eCommerce hanya merupakan satu aspek atau satu bagian dari eBusiness.
2. eCommerce hanya mencakup transaksi bisnis seperti membeli dan menjual barang dan jasa melalui internet.
3. eCommerce pada prinsipnya melibatkan transaksi (uang) secara virtual sedangkan dalam eBusiness, transaksi (uang) tidak diperlukan.
4. eBusiness melibatkan kegiatan bisnis secara menyeluruh : pemasaran, perancangan produk, evaluasi layanan konsumen, dll,
dengan berbasis pada data elektronik.




Selasa, 07 Oktober 2014

Keunikan dan kelemahan Bahasa Indonesia



Bahasa Indonesia adalah basaha no 1 di Negara kita, bukan hanya sekedar bahasa resmi negara ini tetapi ada hal-hal yang menarik dari Bahasa Indonesia itu sendiri

1. Dijadikan Bahasa Resmi Ke-2 di Vietnam

Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City, Vietnam, mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua secara resmi pada bulan Desember 2007, kata seorang diplomat Indonesia. “Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan,­” kata Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City untuk periode 2007-2008, Irdamis Ahmad di Jakarta pada Jumat.
Guna mengembangkan dan memperlancar studi Bahasa Indonesia, pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di kota itu membantu berbagai sarana yang diperlukan beberapa universitas, kata Irdamis. Sarana yang dibantu antara lain peralatan komputer, alat peraga, bantuan dosen dan bantuan keuangan bagi setiap kegiatan yang berkaitan dengan upaya promosi Bahasa Indonesia di wilayah kerja universitas masing-masing.
Perguruan tinggi itu juga mengadakan lomba pidato dalam Bahasa Indonesia, lomba esei tentang Indonesia dan pameran kebudayaan. Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC dan Universitas Sosial dan Humaniora membuka studi Bahasa Indonesia. “Jumlah mahasiswa yang terdaftar sampai Nopember 2008 sebanyak 63 orang dan menurut universitas-uni­versitas itu, minat untuk mempelajari Bahasa Indonesia cenderung meningkat,” kata Irdamis. Ia berpendapat sebagian pemuda Vietnam melihat adanya keperluan untuk mempelajari Bahasa Indonesia, mengingat kemungkinan meningkatnya hubungan bilateral kedua negara yang berpenduduk terbesar di ASEAN di masa depan.

2. Bahasa Indonesia dipelajari lebih dari 45 Negara di dunia

Walaupun yang paling efektif merubah citra adalah merubah realitas, namun peran budaya dan bahasa Indonesia dalam diplomasi sangat krusial. Tingginya minat orang asing belajar bahasa dan budaya Indonesia harus disambut positif. Kalau perlu Indonesia menambah Pusat Kebudayaan Indonesia di sejumlah negara, guna membangun saling pengertian dan perbaiki citra .
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno Kongres IX Bahasa Indonesia, yang membahas Bahasa Indonesia sebagai Media Diplomasi dalam Membangun Citra Indonesia di Dunia Internasional, Rabu (29/10) di Jakarta. “Saat ini ada 45 negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya,” katanya. Mengambil contoh Australia, Andri Hadi menjelaskan, di Australia bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan, anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia.

3. Wikipedia bahasa Indonesia yang menduduki peringkat ke 26 di dunia dan Terbesar Ketiga di Asia

Menulis ensiklopedia bebas di internet semakin digemari masyarakat Indonesia. Bahkan ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Wikipedia Indonesia, telah menjadi ensiklopedia elektronik terbesar ketiga setelah Wikipedia berbahasa Jepang dan Mandarin. “Wikipedia Indonesia kini berada di peringkat 26 dari 250 Wikipedia berbahasa asing di dunia. Sedangkan di tingkat Asia kita berada di peringkat tiga, setelah Jepang dan Mandarin,” ujar Ivan Lanin, penggiat jumlah bertambahnya jumlah, di Jakarta, Selasa.
Menurut Ivan, yang sehari-hari bekerja sebagai dosen Information Communication Technology (ICT), Wikipedia Indonesia terus tumbuh pesat. “Kontributor semakin bertambah, demikian juga dengan artikelnya. Isinya juga semakin variatif,” katanya. Tingginya gairah penggiat ensiklopedia bebas itu juga tercermin dalam lokakarya “Menulis di Wikipedia Indonesia” yang digelar dalam rangkaian acara Indonesia Information Communication Technology (Indonesia ICT Awards) 2007 di Balai Sidang Jakarta.
“Tingginya peminat lokakarya ini, membuktikan semakin banyak orang yang tertarik untuk membagi pengetahuannya di Wikipedia,” ujar salah satu pengurus “Wikipedia Indonesia”, Revo A.G Soekatno di Jakarta, Selasa. Pria yang aktif di Wikipedia Indonesia sejak 2003 ini mengungkapkan pada hari pertama jumlah peserta mencapai lebih dari 40 orang sementara jumlah komputer yang disediakan untuk pelatihan sangat terbatas.

4. Bahasa Indonesia bahasa ketiga yang paling banyak digunakan pada wordpress

Fakta bahwa setelah Spanyol, Bahasa Indonesia adalah Bahasa yang menempati urutan ketiga yang paling banyak digunakan dalam posting-posting­ WordPress. Indonesia pun adalah negara kedua terbesar di dunia yang pertumbuhannya paling cepat dalam penggunaan engine blog itu. Dalam 6 bulan terakhir tercatat 143.108 pengguna baru WordPress dari Indonesia dan telah ada 117.601.633 kunjungan melalui 40 kota di Indonesia.

Kelemahan
  1. Memiliki banyak makna
Bahasa Indonesia mempunyai banyak makna. misal kata meja dan hijau, memiliki arti sebuah benda dan warna, tapi ketika penulisannya berdampingan menjadi meja hijau maka maknanya akan berbeda menjadi pengadilan. Sehingga bagi orang awam yang baru ingin mempelajarinya akan mengalami kesulitan. Ciri khas Bahasa Indonesia lah yang membuat bahasa kita ini sulit untuk dipelajari, dibandingkan bahasa lainnya.

  1. Mudah terpengaruh modernisasi
Dikalangan remaja banyak sekali penyimpangan bahasa indonesia.Remaja dewasa ini banyak sekali mempergunakan bahasa indonesia dengan mencampurnya dengan istilah-istilah gaul jaman sekarang. Banyak sekali bahasa-bahasa baru bermunculan akibat penyimpangan bahasa indonesia tadi. Contohnya Bahasa Alay, Bahasa Gahol, dll. 
Sangat banyaknya keragaman bahasa yang ada di Indonesia mampu menggeser bahasa nasioanal yaitu bahasa daerah.Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sulit di pelajari karena banyaknya aturan-aturan yang ada pada bahasa Indonesia.
  1. Sulit dipelajari
Bahasa Indonesia aalah salah satu bahasa yang sulit di pelajari karena banyaknya aturan yang ada pada bahasa Indonesia.
  1. Banyaknya aturan-aturan dalam berbahasa Indonesia
Banyaknya aturan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam berbicara maupun penulisan. Misalnya, di dalam Bahasa Indonesia kita mengenal adanya EYD (Ejaan yang Disempurnakan), penulisan kata dan kalimat baku, penggunaan kalimat majemuk, dan sebagainya.
  1. Adanya ungkapan-ungkapan atau kiasan yang sering digunakan di dalam Bahasa Indonesia, sehingga kita atau orang asing yang mau belajar bahasa Indonesia harus memahami apa arti ungkapan tersebut. Contoh:
a.       Panjang tangan = pencuri
b.      Buah hati = anak
c.       Besar kepala = sombong
d.      Darah biru = keturunan bangsawan



SUMBER :


Peran Dan Fungsi Bahasa Indonesia "Fenomena Bahasa Indonesia Di Kalangan Anak Muda"



Pengertian bahasa

Secara umum bahasa didefinisikan sebagai lambang. Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia.

Fungsi bahasa
Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif).
Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi:
a.untuk tujuan praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
b.untuk tujuan artistik: manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah- indahnya  guna pemuasan rasa estetis manusia.
c.sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.

d.untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama
kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).

Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia
Yang dimaksud dengan kedudukan bahasa ialah status relatif bahasa sebagai sistem lambang nilai budaya,yang dirumuskan atas dasar nilai sosialnya Sedang fungsi bahasa adalah nilai pemakaian bahasa tersebutdi dalam kedudukan yang diberikan.

1. Bahasa Nasional
Sehubungan dengan kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki empat fungsi. Keempat fungsi tersebut ialah sebagai:
1.lambang identitas nasional,
2.lambang kebanggaan nasional,
3.alat pemersatu berbagai masyarakat yang mempunyai latar belakang sosial budaya  dan bahasa yang berbeda-beda, dan
4.alat perhubungan antarbudaya dan daerah.

2. Bahasa Negara
Berkaitan dengan statusnya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:

1.bahasa resmi negara,
2.bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan,
3.bahasa resmi dalam perhubungan tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan, dan
4.bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Menurut Sumiati Budiman (1987 : 1) mengemukakan bahwa fungsi bahasa dapat dibedakan berdasarkan tujuan, yaitu :

1. Fungsi praktis
Bahasa digunakan sebagai komunikasi dan interakis antar anggota masyarakat dalam pergaulan hidup sehari-hari.
2. Fungsi cultural
Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyimpan, menyebarkan dan mengembangkan kebudayaan.
3. Fungsi artistic
Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan rasa estetis (keindahan) manusia melalui seni sastra.
4. Fungsi edukatif
Bahasa digunakan sebagai alat menyampaikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
5. Fungsi politis
Bahasa digunakan sebagai alat untuk mempusatkan bangsa dan untuk  menyelenggarakan administrasio pemerintahan.

Berdasarkan semua ini, dapat disimpulkan fungsi bahasa yaitu sbb :

1. Bahasa sebagai alat komunikasi
Melalui Bahasa, manusia dapat berhubungan dan berinteraksi dengan alam sekitarnya, terutama sesama manusia sebagai makhluk sosial. Manusia dapat memikirkan, mengelola dan memberdayakan segala potensi untuk kepentingan kehidupan umat manusia menuju kesejahteraan adil dan makmur. Manusia dalam berkomunikasi tentu harus memperhatikan dan menerapkan berbagai etika sehingga terwujud masyarakat yang madani selamat dunia dan akhirat. Bahasa sebagai alat komunikasi berpotensi untuk dijadikan sebagai sarana untuk mencapai suatu keberhasilan dan kesuksesan hidup manusia, baik sebagai insan akademis maupun sebagai warga masyarakat. Penggunaan bahasa yang tepat menjadikan seseorang dalam memperlancar segala urusan. Melalui bahasa yang baik, maka lawan komunikasi dapat memberikan respon yang positif. Akhirnya, dapat dipahami apa maksud dan tujuannya.

2. Bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri
Sebagai alat ekspresi diri, bahasa merupakan sarana untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang, baik berbentuk perasaan, pikiran, gagasan, dan keinginan yang dimilikinya. Begitu juga digunakan untuk menyatakan dan memperkenalkan keberadaan diri seseorang kepada orang lain dalam berbagai tempat dan situasi.



Opini Mengenai “Fenomena Bahasa Indonesia di Kalangan Anak Muda”

Berbagai hal yang terjadi di era yang serba modern ini, kemajuan teknologi membuat beberapa orang cenderung menyukai bahasa baru yang sering disebut bahasa gaul, bagi mereka itu sah sah saja karena pada umumnya remaja jaman sekarang lebih tertarik dan penasaran apa saja kata kata baru yang mereka temukan dalam pergaulan sehari hari baik dari teman maupun dari internet, justru jaman sekarang banyak juga orang tua yang ikut ikutan menggunakan bahasa gaul karena pergaulan mereka mengikuti anak anaknya, menurut saya itu dapat menghambat kemajuan bangsa dalam hal berbahasa karena seharusnya orang tua mendidik anaknya agar berbahasa yang baik dan benar sesuai dengan EYD.
Kurangnya kesadaran untuk mencintai bahasa di negeri sendiri berdampak pada lunturnya bahasa Indonesia dalam pemakaiannya dalam masyarakat. Salah satu kebijakan untuk tetap melestarikan bahasa nasional adalah pemerintah bersama segenap lapisan masyarakat menjunjung tinggi bahasa Indonesia agar tetap menjadi bahasa yang dapat dibanggakan dan sejajar dengan bahasa-bahasa di seluruh dunia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi negara kita dan juga sebagai identitas bangsa. Untuk itulah, kita sebagai generasi muda, harus cermat dalam memilih serta mengikuti trend yang ada.  Jangan sampai merusak budaya bahasa kita sendiri.
SUMBER :