TUGAS
BAHASA INDONESIA
PENALARAN
DEDUKTIF DAN INDUKTIF
- Robin Octavian Putra ( 16112659 )
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma
Kalimalang
2015
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Kuasa sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk
maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan
sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Harapan saya semoga makalah ini
membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya
dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih
baik.
Makalah ini saya akui masih banyak
kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu
saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR
ISI
COVER …..........................................................................................................1
KATA
PENGANTAR …………………………………………………………………2
DAFTAR
ISI …………………………………………………………………………………3
PENGERTIAN
PENALARAN DAN PENALARAN DEDUKTIF ……………...…4
MACAM
MACAM PENALARAN DEDUKTIF …………………………………………5
PENGERTIAN
PENALARAN INDUKTIF DAN MACAM MACAMNYA ………...6
CIRI
CIRI PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF …………………………………7
KESALAHAN
PENALARAN DEDUKTIFDAN INDUKTIF …………………………8
DAFTAR
PUSTAKA …………………………………………………………………9
Pengertian
Penalaran
Penalaran adalah proses
berpikir yang bertolak dari pengamatan indera(pengamatan
empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan
pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi –
proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau
dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak
diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Ada dua jenis metode dalam
menalar yaitu deduktif dan induktif.
Penalaran
Deduktif
adalah proses penalaran
untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus
berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut
Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari
hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah
proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil
atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit. Contoh : Masyarakat Indonesia
konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan
kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup
konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.
Macam-macam
Penalaran Deduktif
Macam-macam
penalaran deduktif diantaranya :
a. Silogisme
Silogisme adalah suatu
proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi
(pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa
silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1
kesimpulan.
b. Entimen
Entimen adalah penalaran
deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya
dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Penalaran
Induktif
Pengertian
Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah
proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang
berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut
Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu
memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum
teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat
sementara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu
penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum.
Macam-macam
Penalaran Induktif
Macam-macam
penalaran induktif diantaranya :
1. Generalisasi
Generalisasi adalah
pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang
diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam
pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data
statistik, dan lain-lain.
Macam-macam generalisasi:
a. Generalisasi
sempurna
Adalah generalisasi dimana
seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam
ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja
yang belum diselidiki.
b. Generalisasi tidak
sempurna
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk
mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum
diselidiki.
Ciri-ciri
paragraf berpola deduktif dan induktif
Ciri-ciri
paragraf berpola deduktif
Penalaran deduktif adalah
proses penalaran yang bertolak dari peristiwa-peristiwa yang sifatnya
umum menuju pernyataan khusus. Apabila diidentifikasisecara terperinci,
paragraf berpola deduktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Letak kalimat utama di
awal paragraf
2. Diawali dengan pernyataan
umum disusul dengan uraian atau penjelasan khusus
3. Diakhiri dengan
penjelasan
Ciri-ciri
paragraf berpola induktif
Penalaran induktif adalah
proses penalaran yang bertolak dari peristiwa-peristiwa yang sifatnya khusus
menuju pernyataan umum. Apabila diidentifikasi secara terperinci, paragraf
berpola induktif memiliki ciri-cirisebagai berikut :
1. Letak kalimat utama di
akhir paragraf
2. Diawali dengan
uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri denganpernyataan umum
3. Paragraf induktif
diakhiri dengan kesimpulan
Kesalahan
dalam penalaran Deduktif dan Induktif
Kesalahan
deduktif
1. Dalam cara berpikir deduktif kesalahan yang biasa terjadi
ialahkesalahan premis mayor yang tidak dibatasi.
2. Kesalahan term ke empat.
Dalam hal ini term tengah dalam premis minor tidak merupakan bagian dari term
mayor pada premis mayor atau memang tidak ada hubungan antara kedua pernyataan.
3. Kerap kali pula
terjadi kesalaha berupa kesimpulan terlalu luas / kesimpulan lebih
luas daripada premis. Premis mayor partikular dan kesimpulan merupakan
universal.
4. Kesalahan deduktif
selanjutnya ialah kesimpulan dari premis-premis negatif.
Kesalahan
induktif
1. Generalisasi terlalu
luas.
2. Hubungan sebab
akibat yang tidak memadai. Hal ini mungkin terjadi karena suatu akibat
dihubungkan dengan penyebab berdasarkan kepercayaan atau takhayul atau kaena
penulis atau pembaca menganggap suatu kontribusi sebagai penyebab utamanya.
DAFTAR
PUSTAKA
-
Wikipedia.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar